Membangun Lemkari sejak 1993

Perjalanan di mulai :

Saya lahir di Tj. Pinang (Kepri) 26 Mei 1965, tahun 1972 pindah ke Py. Kumbuh daerah asal orang tua sampai menyelesaikan pendidikan SMA Tahun 1985.  Hobby beladiri layaknya generasi muda lain saat itu pasti semuanya menggandrunginya, sayangnya jarak tempuh yang cukup jauh dari desa tempat tinggal dengan lokasi latihan menyebabkan keinginan itu belum terujud.

Awal Tahun 1985, keinginan masuk karate perguruan Lemkari baru terlaksana.  Di bawah asuhan Eridanus (DAN I-1985) saat itu bermula belajar karate dengan tekun.

Tahun 1985 kuliah di Bung Hatta, sempat latihan dengan Indra Yurmansyah (DAN II), kemudian pindah ke Pos Giro berlatih bersama Mike Wood-alm (DAN III), Repelita (DAN I), Syufli (DAN I), Ibrahim (DAN I), Sujud Subroto (DAN I), Widya Lolita/kakak Sandra Dwiyanti (DAN I), setahun di Pos Giro tahun 1986 pindah lagi ke Bung Hatta meneruskan latihan dengan Nasrul Natra-alm (DAN III), Mukhtar Anwar (DAN I), Rudi Utama (DAN I) hingga Tahun 1992.

Tahun 1992 ujian DAN I di Sukabumi, DAN II 1994 Padang, DAN III 2000 Jakarta, DAN IV 2006 Jakarta, semua melewati prosesi ujian resmi (bukan pakai rendang atau kerupuk sanjai).

Sejak 1994 mulai belajar mengurus organisasi ini dengan Gimono Ias (DAN I) saat itu sebagai Sekretaris Umum Lemkari Sumatera Barat, belajar loyalitas pada perguruan dengan Firdaus Ilyas (DAN III) saat itu Wakil Komtek Lemkari Sumbar, dan belajar metode pelatih dengan Drs. Kandris Asrin (DAN III) di dojo Kafa Ceter Lapai (1992-1994).

Dojo SMAN 6 – Padang

Sebagai seorang karateka dituntut untuk mengabdi pada perguruan, baik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki atau dituntut mendalami ilmu dari waktu ke waktu. Dojo pertama yang saya miliki Tahun 1993, tepatnya bulan November adalah SMN 6 Padang dengan jumlah anggota saat itu berjumlah 114 orang karateka.

Bersama Syamral (DAN I-1992) dan Dian Chandra (DAN I-1984), kami membangun dojo ini setapak demi setapak mengimbangi dojo-dojo yang telah terdahulu.

Dojo SMAN 6 ini dikukuhkan dengan SK resmi dari Pengda Lemkari Sumbar saat itu ditandatangani oleh Kapolda Sumatera Barat Kolonel Polisi Drs. Yusuf Nairan.

Dari dojo ini lahir atlet-atlet berbakat dan berkontribusi buat Sumatera Barat sbb :

  1. Khairil Anwar (DAN I 2000) hengkang
  2. David R. Manto (DAN I 2000) hengkang
  3. Afriyaldi (DAN I 2001)
  4. Yessi Maryance (DAN I 2006) mantan atlet FKI SB dan pelatnas FKI
  5. Silvawita Nalia (DAN I 2006) mantan atlet FKI SB (JB nas 2014)

Dojo Kodim 0312 – Padang

Dojo Kodim 0312 semula bernama dojo FKPPI, berdiri tanggal 9 Oktober 1995 dilantik langsung oleh Letkol. Inf. MH. Panuntun selaku Dandim 0312 ke 16 saat itu. Dojo Kodim 0312/FKPPI merupakan bagian dojo di bawah Cabang Lemkari Kota Padang.

Kepercayaan ini di dapat setelah dalam HUT Emas ABRI tanggal 5 Oktober 1995 di daulat ikut atraksi di lapangan Imam Bonjol, dan berjalan sukses. Ketua FKPPI Kota Padang saat itu, Ibu Hasnah Cendra Dewi meminta segera dibentuk dojo sebagai sarana latihan bagi putra-putri tentara dan purnawirawan di lingkungan distrik Padang.

Peserta pemula dari SMA 17 Agustus ditambah peserta umum diluar dari SMA 17 Agustus, dengan pelatih utama saat sbb :

  1. Ferry Suardi, SH
  2. Syamral, SH
  3. Dian Chandra
  4. Efrin Anas
  5. Nofi Wardi
  6. Ade F Dona
  7. Fardinal, Amd
  8. Syafri Andi Retman, SE (menyempatkan diri juga hadir sbb : ……….)
  9. Dewi Arianti
  10. Lili Febrianti
  11. Drs. Ucok Sihar Nainggolan
  12. Drs. Devi Fakhriardi
  13. diluar perguruan sbb : ………… Ruflfi (Kei Shin Kan)
  14. Fizasky Zakir (Kei Shin Kan)
  15. Aam Siti Aisyah (Jabar) pelatih nasional

Segudang orang-orang berpotensi sempat datang dan hadir melatih silih berganti. Sebagai dojo yang baru hadir ditahun 1995 hingga saat ini masih tetap bertahan. Terhitung hingga 2014 telah berhasil menjadikan beberapa Sabuk Hitam diantaranya :

  1. Herni Leswara DAN I/2001-Padang
  2. Firmansyah DAN I/2006-Jakarta
  3. Hari Wardana DAN I/2006-Padang
  4. Nila Andika DAN I/2006-Padang
  5. Ilham Danil DAN I/2008-Py. Kumbuh
  6. Dodi Andri DAN I/2012-Padang
  7. Husnul Rafki DAN I/2012-Padang
  8. Trisna Febria DAN I/2012-Padang (kalau masih ada nanti dicatat)

Catatan panjang ini juga melahirkan segudang prestasi lain, di bidang perwasitan seperti :

  1. Herni Leswara (JA 2008)
  2. Firmansyah (JB 2014)

Perjalanan prestasi tidak bisa terpisahkan dari dojo induknya, SMAN 6 Padang.  Kedua dojo ini sejak 1994 selalu memberikan kontribusi baik kejuaraan daerah, Porda (dulu) sekarang Porprov hingga Kejurnas perguruan maupun Kejurnas FORKI.

Dojo lain :

Diluar dojo yang di atas, sebetulnya masih ada beberapa dojo yang sempat di bina sbb :

Dojo Belimbing :

Sebetulnya cikalnya bukan dari Sukirno, tapi dari Purwoko (DAN I-1993) Staf Lapas Muaro yang kebetulan tinggal di Belimbing dan mendirikan dojo di sana. Purwoko pindahan staf Lapas 50kota (kohai Eridanus).  Karena ada pindah mendadak ke Madiun (kampung asalnya) yang bersangkutan meminta saya untuk meneruskan latihannya (akhirnya Sukirno bergabung, saat itu dia baru Sabuk Biru pindahan dari Inkai.

Dojo Lb. Buayo :

Ini memang permintaan khusus dari Ketua OPEL (organisasi Pemuda Lb. Buaya) bernama Tarmizi (alm). Latihannya di pasar Lb. Buayo. Amalia Sari (Sari istri Teguh), Arie Asnaldi (Acong anak buah Teguh) adalah kohai kita pertama di dojo OPEL, akhirnya dojo itu diserahkan pada Teguh, karena dia tidak punya dojo saat itu.

Semoga dojo ini tidak berhenti melahirkan karateka sejati yang sudah tentu memberikan nilai positif dalam membentuk karakter bangsa-Oss