Pd. Pariaman Gagal Juara Umum

Porprov Sumbar XV, Tuan Rumah Gagal Juara Umum

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) XV 2018 resmi berakhir Rabu (28/11) kemarin. Even digeber sejak 19 November 2018 lalu. Mimpi Kabupaten Padang Pariaman selaku tuan rumah untuk meraih juara umum pun kandas.

Kontingen Kota Padang kembali mempertahankan posisi juara umum ke 15 sepanjang gelaran Porprov. Padang berhasil mengumpulkan 354 medali. Rinciannya 150 emas, 88 perak dan 116 perunggu.

Posisi kedua ditempati tuan rumah Padang Pariaman dengan total perolehan 310 medali. Adalah 109 emas, 93 perak, dan 108 perunggu. Sedangkan peringkat ketiga diduduki Kota Bukittinggi dengan torehan 244 medali. Yakni, 72 emas, 85 perak dan 87 perunggu.

Disusul Kabupaten Solok dengan perolehan 174 medali. Rinciannya, 53 emas, 48 perak dan 73 perunggu. Peringkat lima ditempati Kabupaten Lima Puluh Kota yang berhasil mengumpulkan 173 medal. Masing-masing 50 emas, 47 perak dan 76 perunggu.

Sementara posisi buncit atau 18 ditempati Kota Padang Panjang dengan torehan 63 medali. Yakni, 8 emas, 24 perak dan 31 perunggu. Peringkat 17 ditempati Kabupaten Pasaman dengan 53 medali. Rinciannya, 13 emas, 15 perak dan 23 perunggu. Serta posisi 16 di duduki Kota Pariaman dengan total 100 medali. Masing-masing 14 emas, 26 perak dan 60 perunggu.

Ketua KONI Kabupaten Solok Rudi Horizon mengaku takjub dengan capaian para atlet. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan semua pihak. Mulai dari kepala daerah, masyarakat dan pegiat olahraga. “Semangat juang patriot olahraga Kabupaten Solok juga menjadi fondasi keberhasilan. Ini keberhasilan bersama,” kata Rudi.

Saat berangkat untuk berlaga di Porprov Sumbar 2018, Koni Solok tidak menargetkan yang muluk-muluk. Yakni hanya memasang target dua tingkat di atas prestasi pada 2016 silam. “Dua tahun lalu, kami posisi 7. Sekarang jadi nomor 4. Ini sebuah pencapaian spektakuler. Semula kami hanya berjuang masuk lima besar,” katanya.

Kendati begitu, Rudi tidak ingin pengurus cabor maupun KONI Solok terlena dengan hasil tersebut. Ia berharap pada 2020, Kabupaten Solok bertengger di kursi 3 besar. “Ini yang baru bisa kami persembahkan. Semoga kedepannya lebih baik,” harap Rudi.