Aksi bersih-bersih Jepang

Tim karate Jepang meninggalkan kesan positif di akhir perhelatan cabang karate Asian Games 2018. Mereka ikut bersih-bersih dan merapikan matras.

Perhelatan cabang olahraga karate berakhir pada 27 Agustus 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Jepang meraih dua medali yang masing-masing emas dan perunggu di hari terakhir.

Medali emas didapat dari Ryutaro Araga di nomor individual putra kelas 84kg. Miho Miyahara merebut perunggu di nomor individual putri kelas 50kg.

Tapi cerita menarik soal tim karate Jepang bukan cuma soal perolehan medali mereka. Tapi juga aksi mereka membantu bersih-bersih venue.

Setelah seluruh pertandingan karate tuntas, tim Jepang beserta ofisial tak langsung pulang ke penginapan. Mereka lebih dulu ikut membantu merapikan venue dengan membongkar matras.

“Karena mau dipakai untuk Judo, jadi harus diberesin. Kebetulan waktu itu lagi pemberian penghargaan medal dan waktu panitia padat,” kata Ricky Muchtar selaku panitia pelaksana bagian media.

“Panitia pelaksana lagi beres-beres matras di area pemanasan, nah tiba-tiba orang Jepang ini bantuin kita. Memang mereka sudah biasa melakukan itu. Bantuannya cukup membantu,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Humas FORKI DKI Jakarta.

“Tidak sedikit, loh, matrasnya. Sekitar 150 lebih matras. Apalagi gede-gede,” tegasnya

Sikap peduli Jepang ini bukanlah hal yang baru. Di Asian Games, beberapa penonton asal Jepang bahkan sempat memunguti puntung rokok yang berserakan di jalan.

Pada ajang Piala Dunia 2018, timnas Jepang juga membersihkan ruang ganti mereka sebelum pulang ke negaranya. Sementara di tribun, banyak suporter Jepang memunguti sampah usai laga tuntas.

Bagaimana dengan atlet karate kita,…???